Saya tidak pernah benar-benar mengetahui apakah esok hari masih menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Tidak seorang pun mengetahuinya.
Karena itu, selama hari ini masih diberikan, saya memilih untuk terus belajar, membangun, mendokumentasikan, dan membagikan apa yang saya miliki.
Bukan karena saya merasa telah mengetahui semuanya. Bukan pula karena setiap yang saya bangun adalah yang paling baik. Saya hanya menyadari bahwa pengalaman yang tidak dicatat akan menghilang, pengetahuan yang tidak dibagikan akan berhenti, dan karya yang tidak diteruskan akan kehilangan kesempatan untuk memberi manfaat.
Perjalanan hidup saya telah melewati berbagai masa. Saya tumbuh bersama perkembangan teknologi, dari dunia pemrograman dan sistem informasi di industri, menuju kepemimpinan teknologi, pendidikan, penelitian, serta pengembangan kecerdasan artifisial.
Saya pernah berada di ruang mesin, ruang server, ruang rapat, ruang kuliah, ruang penelitian, dan ruang-ruang kehidupan yang mengajarkan bahwa teknologi selalu berhubungan dengan manusia. Setiap ruang itu meninggalkan pelajaran.
Ada keberhasilan yang membesarkan hati. Ada kegagalan yang mengajarkan kerendahan hati. Ada sistem yang berhasil dibangun. Ada pula pekerjaan yang harus diperbaiki berkali-kali. Semua itu membentuk keyakinan bahwa pengetahuan bukan hanya sesuatu yang dibaca, melainkan sesuatu yang dijalani, diuji, diperbaiki, lalu diwariskan.
Hari ini, saya berada pada fase kehidupan ketika waktu terasa semakin berharga. Saya menyadari bahwa perjalanan yang telah saya lalui mungkin lebih panjang daripada perjalanan yang masih tersisa. Namun, kesadaran itu tidak membuat saya berhenti.
Justru dari sanalah lahir keinginan yang semakin kuat untuk meninggalkan fondasi yang dapat digunakan oleh generasi berikutnya.
Saya masih ingin hidup lebih lama. Saya berdoa semoga Allah menjaga kehidupan saya, memberikan kesehatan, kekuatan, kejernihan pikiran, serta umur yang panjang dan penuh keberkahan.
Bukan semata-mata agar saya dapat melihat lebih banyak hari, tetapi agar hari-hari itu masih dapat digunakan untuk membangun sesuatu yang bermanfaat.
Namun saya juga belajar bahwa hidup tidak dapat menunggu sampai semuanya sempurna. Karena itu, apa yang saya ketahui hari ini saya bagikan hari ini. Apa yang saya bangun hari ini saya dokumentasikan hari ini. Apa yang dapat menjadi jalan bagi orang lain, saya usahakan agar tidak berhenti hanya di dalam pikiran saya.
Benrahman.com lahir dari kesadaran itu.
Website ini bukan sekadar halaman profil, daftar jabatan, kumpulan publikasi, atau catatan pencapaian. Google Scholar mencatat sebagian perjalanan akademik saya. Curriculum vitae mencatat pengalaman dan jabatan. Namun benrahman.com berusaha menyatukan makna di balik semuanya.
Di sinilah pengalaman bertemu dengan pengetahuan. Di sinilah penelitian bertemu dengan implementasi. Di sinilah teknologi bertemu dengan manusia.
Di sinilah gagasan, sistem, kegagalan, pembelajaran, karya, dan harapan disimpan sebagai sebuah ekosistem pengetahuan yang hidup.
Saya tidak membangun benrahman.com agar orang hanya melihat apa yang pernah saya lakukan. Saya membangunnya agar seseorang dapat mengambil sesuatu dari perjalanan ini, memperbaikinya, mengembangkannya, dan membangun sesuatu yang lebih besar.
Seorang mahasiswa mungkin menemukan arah untuk memulai penelitian. Seorang dosen mungkin menemukan gagasan untuk memperbaiki pembelajaran. Seorang praktisi mungkin melihat kemungkinan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih sederhana. Seorang generasi muda mungkin memperoleh keberanian untuk memulai lebih awal daripada saya.
Bila hal itu terjadi, maka perjalanan ini tidak berhenti sebagai cerita pribadi. Ia berubah menjadi manfaat.
Saya tidak tahu apakah saya masih hidup esok hari. Namun selama hari ini saya masih diberikan kesempatan, saya ingin mengisinya dengan sesuatu yang dapat terus hidup: pengetahuan, karya, nilai, sistem, dan manusia-manusia yang kelak mampu melampaui gurunya.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukanlah berapa lama seseorang hidup, tetapi seberapa banyak kehidupan yang disentuh oleh apa yang ia tinggalkan.